Jumat, 07 Maret 2014

Benci

Ketika kau membenci seseorang, apa pun yang dilakukannya akan terasa salah bagimu.
Suci Nurkhasanah

Selasa, 04 Maret 2014

Paragraf Pembuka

Reni Erina

Mudah-mudahan post ini bisa membantu :)

Hal terpenting dalam sebuah tulisan, tentunya setelah judul adalah Paragraf Pembuka.
Penting banget sampai bisa disebut kalau paragraf pembuka adalah penentu.
Malahan, konon, banyak penulis senior yang masih memerlukan waktu berhari-hari untuk mencari kalimat paling bagus, sebagai pembuka cerita.
(Salah satunya adalah Ernest Hemingway, konon pernah menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk membuat paragraf pembuka salah satu karya tulisnya).
Beberapa tips yang mungkin bisa membantu kamu membuat paragraph pembuka;

1. Tulis kalimat pertanyaan
Layaknya kita membuka percakapan dengan teman.
Contoh :
“Masa dia bilang begitu?”
atau
Mengelabuinya? Astaga, aku tak percaya dia sampai menuduhku seperti itu. Bayangkan.. blabla..

 2. Menyertakan anekdot
Menampilkan kalimat lucu atau candaan yang bisa menarik perhatian.
Contoh : Kalau Sarmin menganggap aku seperti Luna Maya, kupastikan matanya sedang kelilipan. Luna Maya dari atas monas, mungkin iya.

3. Memasuki pikiran pembaca
Bisa dengan membuka ingatan pembaca akan suatu hal.
Misal:  Aneh banget nggak sih, kalo aku disebut-sebut telah menggeser posisi Luna di hati Ariel?

 4. Memakai perumpamaan analogi
Rambutnya bagaikan mayang terurai. Panjang, hitam legam dan wangi. Hidungnya bangir  dengan bulu mata lentik. Sayang dia tak pernah menyadari kecantikannya.

5. Menyodorkan data
Membuka paragraf dengan data yang mengejutkan.
Misal : Dari 152 siswa SMA Mawar, tak satu pun yang berhasil memikat hati Yoana. Dia tetap cuek dan seolah tak peduli.

Umumnya paragraf pembuka terdiri dari sekitar 50 kata. kata, bukan kharakter.
Salam
Bunda

Sumber: https://www.facebook.com/notes/story-teenlit-magazine-official-group/paragraf-pembuka/295668170467793

Jumat, 21 Februari 2014

Diam

Karena sebenarnya lebih banyak kata yang terucap saat kau diam...



 
Suci Nurkhasanah

Jumat, 13 Desember 2013

Capacity Building BDK Yogyakarta 2013

Terbangun di tengah malam dan melihat sekitar...

Apa kejadian kemarin tuh cuma mimpi ya?
Perjalanan jauh, begitu sampe markas suruh jalan jongkok, merayap, dan berguling. Perut serasa dikocok.

Mainan kompas bersama teman satu kelompok dan ternyata kelompokku dinyatakan hilang. Parah, dihukum push up 5000 kali! Inget bener deh, kayak apa ngejalaninnya. *prakteknya sih cuma 100 kali pun yang cewek gak bener-bener nglakuin itu. 

Penderitaan belum berakhir. Masih ada kegiatan lagi, main tali dan halang rintang. Di sini jadi kerasa bener kekompakannya Oh, satu lagi yang bikin berkesan. Ngerasain 'terbang' untuk yang pertama kali. Yah, sekujur tubuh gemeteran.

Dibangunin malem-malem buat jerit malam. Gara-gara banyak yang gak lewat kuburan, jadi semua kena hukuman. (serius, sampe sekarang masih kerasa pegelnya kayak apa --")

Hingga akhirnya tiba waktu mengakhiri segalanya. Kok rasanya gini? Jadi sedih banget dan gak ingin berpisah dengan yang lain. Gak mau juga berpisah ama Pelatih yang cetar. Tapi... gak mau juga kalau harus lebih lama lagi merasakan 'penderitaan'.

Hm, mungkin hari ini udah gak tidur di tenda sama temen-temen, udah gak antre kamar mandi, udah gak makan bareng di bawah matahari, udah gak ada yang namanya baris, udah gak ada yang namanya hukuman, teriakan, dan bentakan.

Meskipun menyisakan tubuh yang terasa remuk dan muka yang gak standar tapi semua terbayar sudah. Empat hari bersama kalian, gak mungkin aku lupain, guys. Mungkin bisa deh kapan-kapan tamasya lagi. Tapi gak pake panas-panasan lho ya. 

*Capacity Building BDK Yogyakarta 2013 :')

Kamis, 24 Oktober 2013

Aku dan Rasa

Pada rasa yang selama ini menggelayuti pikiranku, kukatakan ini padanya: "Pergilah! Aku tak butuh kau. Kau hanya milik mereka yang beruntung. Dan kau tau? Orang itu bukanlah aku."

Namun rasa itu tetap di tempatnya. Tak sedikit pun ia beranjak meninggalkanku. Kali ini aku berteriak padanya, "Enyahlah! Sudah kubilang, orang itu bukanlah aku!"

Rasa itu tetap di tempatnya. Kali ini ia membeku. Seketika sunyi. #gaje