Tampilkan postingan dengan label Suci's notes :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suci's notes :). Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2015

Mari Bicara Rindu

Sudah lama ya? Masih ingatkah kamu?
Ah iya, aku baru ingat jika akulah yang lupa
Aku lupa bahwa aku tak cukup berharga untuk kamu ingat
Duh bicara apa aku ini?

Kamu, apa kabar? Mari bicara rindu.
Kujamin tak akan kembali lagi seperti rintik hujan yang jatuh ke laut,
Kemudian menguap, membebani awan, hanya untuk jatuh lagi

Hai kamu, sini kubisikkan rahasia tentang rindu
Tak akan kuulangi kesalahan yang sama dan dengan orang yang sama pula
Jangan tanya lagi
…
Jelas, aku tidak



Maguwoharjo, 29 Maret 2015

Jumat, 23 Januari 2015

Jika Kita Bertemu

Jika kita bertemu, apa yang akan kamu ceritakan padaku?
Tentang masa lalu? Tentang luka?
Atau... sakit yang saat ini sedang menderamu?
Ah, aku sudah kepalang hafal
Bahkan sebelum pertama kalinya mata bertemu mata
Saling memandang
Mencoba memahami, tetapi tanpa saling
Hanya aku, masih aku, dan tetap akan aku

Jika kita bertemu, kemudian giliranku yang bercerita padamu
Tentang masa lalu, tentang luka,
Ah... bukan tentang sakit, karena aku sudah lupa
Aku sudah kepalang hafal
Kita hanya perlu saling memandang
Mencoba memahami, namun semoga dengan saling
Semoga...

Jika kita bertemu lagi, akankah tetap sama?
Kali ini tak ada yang bercerita
Kita terperangkap dalam beku yang aneh
Canggung, tak nyaman
Apakah kita sudah sama-sama tahu?
Kalau begitu, aku titip rindu padamu
Untuk orang yang bercerita tanpa kata namun dengan rasa
Untuk orang yang selalu memahami tak hanya mendengar
...untukku sendiri

Kemudian saat kita bertemu berikutnya,
Hanya senyum yang menyapa
Kita tak perlu saling bercerita lagi
Karena kita hanya bertemu
Ya, bertemu. Begitu seterusnya.

Sambil menatap mendung
Magelang, 23 Januari 2015
15:18 WIB

Minggu, 18 Januari 2015

(Tanpa Judul)


Bertahan atau melepaskan, berjuang atau menyerah.
Tidak ada pilihan yang benar-benar benar atau benar-benar salah.
Jika lelah, ingin berhenti, bahkan lari, maka lebih baik pergi.
Aku tak lelah, tak ingin berhenti, apalagi lari.
Tetapi… pantaskah aku bertahan?
Saat bukan aku yang kamu inginkan.
Jika begitu, mengapa tak kamu lepaskan saja aku?
Ah, tetapi tak ada jaminan aku pun akan melepasmu setelah aku kamu lepaskan.
Aku tetap tak bisa membaca hatimu.
Bahkan setelah kamu bilang aku lah yang paling mengertimu.
Aku hanya tahu satu hal.
Hanya denganmu lah, aku jatuh cinta dan patah hati di waktu yang sama.
…
Kita sama-sama butuh waktu.
Kita?

Magelang, 17 Januari 2015
 

Senin, 29 September 2014

Aku Senang, Turut Bahagia


Kemarin lusa, aku mengetahuinya.
Mataku tak mungkin salah, aku melihatnya.
Kemarin aku mencari tau.
Dugaanku satu, aku tak mungkin keliru.
Hari ini aku bertanya.
Jawabannya terlalu nyata,
Aku tak mungkin salah mendengarnya.

Aku senang, turut bahagia.
Mengucap selamat untuk kalian berdua.
Kau telah bersamanya,
Bersama orang yang bahkan tidak kutau warna matanya.

Aku senang, turut bahagia.
Ketika kau perkenalkan aku padanya.
Kutampilkan senyum terbaik yang aku bisa.
Dia sempurna, pantas kau bersanding dengannya.

Kau kemudian memelukku.
Hatiku berdebar dalam tangis haru.
Aku menunduk, aku takluk.
Aku kalah, aku menyerah.
Aku pura-pura, senyum ini pelengkap lara.    
Aku selalu menampik, aku munafik.

Sumber: www.thecrowdvoice.com



29 September 2014
Dalam sendu.

Kamis, 25 September 2014

Perempuan itu...

Tak perlu dia tau,
Tak perlu mendekatinya,
Tak perlu ditunjukkan padanya.
Buat apa?
Perempuan itu menunggu,
Perempuan itu tak memulai.
Andaikan dia akhirnya memilih yang lain 

karena mengira kau tidak peduli padanya, 
maka kau bisa apa?
Sekali lagi,
Perempuan itu menunggu,
Perempuan itu tak memulai.


 Gambar: talktoyourheart21.blogspot.com




Sebuah Percakapan

"Malam yang biru, aku ingin mengatakan ini padamu...
Aku suka merah jambu
Aku suka saat kucemburu
Aku suka saat kumerindu
Aku suka ka…"

 "Berhenti bertindak bodoh! Berhenti memelas!"

"Sebenarnya aku tak ingin memelas, terlebih mukaku sudah tak pantas."
"Berdirilah tegak, dengan kepala mendongak."

"Rasa ini bodoh. Rasa khas usia tujuh belas."
"Jadilah lebih dewasa, karena kau delapan belas."

"Aku sangat ingin, tapi kurasa tak mungkin."
"Maka buatlah mungkin."

"Apakah aku bisa?"
"Kau bahkan belum mencobanya."

"Apa maksudmu? Aku sudah berusaha tetapi…"
"Berhenti mengatakan tetapi."

"Baik, lalu aku harus bagaimana?"
"Berhenti bertanya dan cepatlah bertindak."

"Malam yang biru, aku ingin mengatakan ini padamu...
Aku suka merah jambu
Warnanya menyadarkanku
Suatu saat akan kubuktikan padamu
Tak akan lagi kau lihat aku yang dulu
Tunggu aku, aku butuh waktu
Tuk yakinkan diriku dan tentunya dirimu
Jika bukan orang lain, pasti itu kamu." 


Buat yang masih usia delapan belas dan harus berjuang keras.
Salamku untukmu,

Succipo ;)

Minggu, 14 September 2014

Kehilangan

Kamu selalu bilang aku tak tau apa itu kehilangan.
Ya, kamu benar. 
Itu karena aku belum pernah dan tidak ingin mengalaminya.
Sekarang aku mengerti, 
semua tak lagi sama. 
Kamu masih berhak bilang padaku 
bahwa aku tak tau apa itu kehilangan. 
Iya, karena sampai sejauh ini aku belum merasakan kehilangan
seperti yang kamu rasakan. 
Tapi kamu harus tau satu hal, 
ketika aku sadar bahwa kamu tak lagi ada, 
aku merasa ada sesuatu yang hilang.

*selamat ulang tahun *seharusnya aku posting ini beberapa hari yang lalu

Minggu, 03 Agustus 2014

Kau Ada, dan Dia Tak Ada

Dia ada, kau tak ada. Lalu kau bersusah payah mengadakan dirimu.
Kau ada, dia tak ada. Lalu kau tunggu adanya dirinya.
Kau terus menunggu, hingga kemudian kau sadar bahwa dia tak akan pernah ada.
Lalu tiba-tiba... Dia ada. 

Lagi-lagi kau bersusah payah mengadakan dirimu.

Lihat! Dimana kau saat dia ada?
Kau selalu ada untuk dia, bukan?
Apa kau pikir dia akan terus ada? Kau salah!
Ketika kau ada, dia kembali tak ada.


Lihat! Dimana dia saat kau ada?
Apa hanya kau yang harus selalu ada? 

Sementara dia... Bisa sesuka hati mengada dan meniadakan dirinya?




Untukmu, dariku yang sendiri
Magelang, 01 Agustus 2014

Sabtu, 14 Juni 2014

Amarah

Diam, semua kupendam
Geram, semua kuperam
Aku lelah, jengah
Benci, ingin mencaci
Ingin, tapi tak mungkin
Kau… Mati saja!
Sumber: http://www.google.com
Kalasan, 14 Juni 2014
16:57 WIB

Jumat, 13 Juni 2014

Salah

Kau bodoh! 
Apa?
Kenapa kau pilih tempat itu? 
Apa?
Bukankah harusnya kau tahu? 
Apa?
Sungguh kau tak tahu malu! 
Maaf.
Bahkan seribu kata maaf pun tak cukup. 
Aku akan berimu 1001. 
Lihat, bahkan kau menjanjikan kesalahan lagi.



Ruang Kelas J, 13 Juni 2014
12:43 WIB






Senin, 17 Maret 2014

Suara Hati

Tegas dan ikuti kata hati. Suara hati akan membawamu ke jalan yang benar.


Suci Nurkhasanah

Jumat, 07 Maret 2014

Benci

Ketika kau membenci seseorang, apa pun yang dilakukannya akan terasa salah bagimu.
Suci Nurkhasanah

Jumat, 21 Februari 2014

Diam

Karena sebenarnya lebih banyak kata yang terucap saat kau diam...



 
Suci Nurkhasanah