Tampilkan postingan dengan label BDK'ers Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BDK'ers Jogja. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Oktober 2014

Ketika Hidup Memberimu ‘Jus Jeruk’

Hari yang spesial. Hari ini banyak sekali hal yang membuatku hampir menangis--entah menangis bahagia atau memang sedih. Hehe, tapi inilah hidup. Maka nikmati saja semua tanjakan dan turunan yang ada. :-)

Alhamdulillah, hari ini aku dan teman-teman seangkatan (BDK Yogyakarta) resmi lulus. Aku bangga pada kalian, teman-teman. Terima kasih sudah sabar membantuku memahami pelajaran terumit sekalipun (Akuntansi, Pot-Put, PPN, dan lain-lain banyak banget yang absurd). Makasih selalu ada ketika aku galau. Ahh, di antara teman-teman semua mungkin aku yang paling cengeng. Hehe. Sekali lagi terima kasih... Kita masuk bersama, keluar pun bersama. Itulah yang kalian ajarkan kepadaku, BDK'ers. :")

Ahh, masalah hasil. Semoga ini membuat orang tuaku bangga. Ini adalah yang terbaik yang bisa kuberikan untuk kalian. Alhamdulillah, target tercapai. Tentunya hal ini tidak akan terwujud tanpa doa, semangat, dan motivasi dari Ibuk-Bapak-Adek. Angka ini untuk kaliaaann... *rasanya masih speechless sama angka yang tertera di SKL

Maka nikmat Allah yang mana lagikah yang engkau dustakan?

Hari ini...
Main ke Jogja sama Mbak Dien! Yeay! Bukan cuma itu, aku mendapatkan titik terang dari permasalahan hati yang beberapa hari ini cukup menguras pikiran. Haha, setidaknya aku tau sekarang apa yang harus aku lakukan. Tidak seperti kemarin yang persis orang linglung. Waktunya meluruskan semua ini. Kata Mbak Dien sih, "Ya udahlah, kadung (terlanjur) basah Cik." Semoga masih ada kesempatan buatku untuk meluruskan masalah ini.

Mencoba ikhlas memang sulit, tetapi hal itu seenggaknya membuatku lebih baik. Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Tidak bisa diubah Cik, meskipun kamu nggendoli waktu. Mungkin lagi-lagi aku harus berusaha mengubah fokusku. Fokus masa depan dulu, masih banyak jalan yang harus aku lalui.~

Hidup ini sedang memberimu jus jeruk Cik. Ada manis dan asam. Tapi nikmati saja. Toh itukan yang membuat segelas jusmu nikmat?--Suci

Special thanks to 'Mama' Dien

xoxo,
Succipo

Minggu, 12 Oktober 2014

Mengenal Diri Sendiri

Aku sering penasaran bagaimana cara kerja tes psikologi. Bagaimana bisa beberapa pertanyaan akhirnya bisa mendeskripsikan hal-hal yang ada di diri seseorang? Hmm, beberapa kali aku mengikuti tes psikologi online (*lol), dan hasilnya yahh membuatku berkata, "Itu kok aku banget ya?" Nah, yang jadi pertanyaan adalah... Jika aku sudah mengenal kepribadianku, mengapa aku masih penasaran? Mengapa aku masih saja tertarik mengikuti tes psikologi? Haha, aku merasa aneh.

Jadi ingat ketika pertama masuk kuliah. Di semester satu ada mata kuliah Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian (KSPK). Mata kuliah itu mengajarkan bagaimana mengenal diri sendiri, mengenal dan menghargai orang lain, internalisasi nilai-nilai dalam masyarakat (dan nilai-nilai Kementerian Keuangan), serta bagaimana mengembangkan potensi yang ada dalam setiap individu. Mata kuliah yang sangat berkesan, ada kunjungan ke Kantor Pelayanan Pajak, sering ada acara nonton film, setiap tugas dijadikan ajang unjuk kreativitas, hampir setiap pertemuan menyanyikan lagu Jingle Pajak, Nilai-nilai Kemenkeu, Mars STAN, dan lagu-lagu lain yang menurutku cukup bisa dijadikan ice breaking, dan masih banyak hal seru lainnya... Dan yang terpenting adalah: Tidak ada bahasan mengenai undang-undang. Mata kuliah yang sangat menyenangkan menurutku, hehe. :D

Dulu, kami diminta menyiapkan selembar kertas, memberi nama, kemudian melipat kertas itu menjadi dua. Lipatan tersebut digunakan sebagai pembatas. Bagian kiri, nantinya akan berisi kelebihan kami dan bagian kanan akan berisi kelemahan kami. Dalam waktu sepuluh menit, kami harus menuliskan sebanyak mungkin kelebihan dan kelemahan kami. 

Hal ajaib yang aku lakukan adalah... Cukup satu menit untuk menuliskan semua kelemahanku (sampai kolomnya penuh lho), sementara itu aku butuh sembilan menit untuk memikirkan apa kelebihan yang kumiliki. Itu baru dipikirkan lho, belum aku tulis karena memang tidak kutemukan. Pada akhirnya karena kertas itu harus dikumpulkan maka aku menuliskan satu kata di kolom kelebihan: BAIK

Batinku: Wow Cik, kamu yakin kamu kenal dirimu sendiri? Kok suruh nulis kelebihan aja gak bisa? Wah, kayaknya ini 'tes psikologi' yang paling susah ya Cik? Mungkin karena bukan via online. #plakk, ga ada hubungannya keleesss...

Saatnya putaran kedua. Lagi-lagi kami diminta menyiapkan kertas, memberi nama, kemudian melipatnya menjadi dua. Tetapi kali ini berbeda. Kami harus memutar (rolling) kertasnya. Jadi, kertas tersebut nantinya akan berisi pendapat orang lain tentang diri kita. Satu orang (kalau bisa) menuliskan satu kelebihan dan juga kelemahan.

Sepuluh menit telah usai, waktunya kertas dikembalikan. Ada kata-kata ajaib di kolom kelebihan yang mebuatku terharu sekaligus berbunga-bunga. Seperti itukah teman-teman melihatku? Hehe. Kolom kelemahan juga penting lho. Jadi selain termotivasi, kami juga bisa berinstrokpeksi. Hihi. Terima kasih membantuku mengenal diriku...

Ah, kalau begini selain mengikuti tes psikologi, akan lebih baik jika kita tanya pendapat orang lain tentang diri kita. Jadi ingat sebuah wejangan dari Bu Puji, guru Bahasa Indonesia kelas X SMA dulu, "Kita adalah kumpulan persepsi dari orang lain." Ya, itulah kita. Itulah diri kita yang sesungguhnya.

Salam manis,

Pencari Jati Diri. :-)

Rabu, 11 Juni 2014

Aku Sudah Tahun Lalu

Di siang yang terik ini, aku sama Ester jalan kaki buat beli es ‘cappucino cincau’ yang letaknya cukup jauh dari kos dan harus lewat BDK. Dan payahnya, kami harus lewat lautan manusia *lebay* buat sampai ke warung es. Ya, hari ini adalah hari kedua registrasi STAN. Dan sebuah pemandangan mengagetkan kami! Jalan yang di hari biasanya cukup sepi, kini sangat berjubel. Di sisi kanan dan kiri jalan digunakan parkir (mungkin tempat parkir yang disediakan sudah penuh). Belum lagi banyak pedagang kaki lima yang tiba-tiba nemplok di pinggir jalan. *perasaan tahun lalu kagak kayak gini deh. -_-

Sepanjang jalan, kami ditawari berbagai macam barang. Dari stopmap, sampe tukang ojek. Wew, padahal tampang kami waktu itu gak banget (pake kaos oblong dan celana training). Gak meyakinkan buat ditawarin deh pokoknya.

Akhirnya kami berhasil melewati hiruk pikuk keramaian kota. Syalala…~ Karena siang itu cukup lapar, maka aku beli roti juga. Dan anehnya ada yang tanya…

”Mbak, daftar STAN juga ya?”

Aku liat sekeliling, dan ternyata adek manis itu *jiahh* itu tanya sama aku.

”Mm, sudah tahun lalu Dek,” jawabku sambil menampilkan senyum terunyu.

Dalam hati: Wah, ternyata tampangku masih unyu dan cocok buat daftar STAN lagi. :3

”Rr, stopmap-nya warna apa ya Mbak?”

Duarr! Emang aku dulu bawa stopmap ya? Warna apa ya? Seingetku dulu emang bawa, tapi akhirnya sampe dalem malah dibuang ama bapak-bapaknya. Wah, kalo gak dijawab kasian juga ini adek tampangnya kebingungan. Tapi, kalau pun harus jawab, aku gak tau mesti jawab apa.

”Aku lupa Dek. Hehe.”

Akhirnya aku mlipir dan keluar toko.
***
Jadi, sebelum pendaftaran, pastikan sudah membawa persyaratan yang harus dibawa. Perhatikan juga hal detail seperti warna stopmap. Biasanya ada ketentuannya. Nha, ketentuan itu biasanya tertulis di informasi pendaftaran kampus yang dituju (bisa lihat di website resmi atau pun di tempat lain). Siapkan dengan baik ya, biar pas pendaftaran gak kebingungan… :)

Kalasan, 11 Juni 2014
12.45 WIB

Selasa, 27 Mei 2014

Hanya Tertunda, kok...

Denger-denger hari ini pengumuman SNMPTN ya?
Jadi inget zaman perjuangan dulu. :')

Milih prodi dan kampus yang setinggi langit, sampe akhirnya 'nyungsruk'. Wew, sakiiittt guys. Sedih? Iya. Putus asa? Iya. Gak tau harus ngapain? Enggak. Aku harus berjuang buat SBMPTN! Belajar dari pengalaman, aku milih jurusan dan kampus yang... yahh sebenarnya tidak terlalu kuinginkan. Hanya ada satu kalimat saat itu, "Yang penting bisa nerusin". Akhirnya aku pinjam banyak buku dari kakak kelas. Setiap hari setiap saat latihan soal-soal di buku yang kupinjam.

Sampe akhirnya pengumuman itu pun tiba. Antara bersyukur dan gak tau mesti ngapain. (emang dasar manusia itu selalu ngeliat yang di atasnya dan susah bersyukur, begitu pula aku dulu). Waktu itu antara bahagia dan menyesal (karena milih prodi yang kurang aku suka), aku coba jalanin kehidupan di kampus baru. Mencoba bersyukur dan melihat temen-temen yang bahkan masih bingung nyari kampus. Aku akhirnya bisa nerima semuanya. Udah cari tempat kos, udah bayar setahun sekalian. Udah ikut OSPEK, udah masuk seminggu. Tapi rasanya masih kurang greget.

4 September 2013, jam 2 pagi. Sebuah sms dari temen bikin aku nangis dan gak bisa tidur sampe pagi.

"Ciee, selamat, D-1 Pajak Yogyakarta"
Alhamdulillah... Langsung aku hubungin orang tua--yang saat itu gak ada jawaban. Aku cuma bisa mondar-mandir di kamar kos sambil gemeteran. Inget semua perjuangan nyari tempat tes, ikut tes hampir telat gara-gara salah jam, inget latian lari, inget izin sehari gak ikut OSPEK, dan inget pas orang tua pernah pesimis aku bisa diterima. :')

Jadi guys, berusahalah semaksimal mungkin. Entah itu jalanmu atau bukan, di setiap apa pun yang kamu lakukan, lakukan dengan semangat. Jangan pernah putus asa. Ingat, usaha keras itu tak akan mengkhianati. Terus berusaha, berdoa dan jangan lupa minta doa orang tua.

Oh ya, buat yang diterima di SNMPTN, selamat! Selamat memulai mimpi di kampus idaman. Buat yang belum diterima, jangan putus asa dulu. Suatu saat nanti pasti akan ada cerita di balik perjuanganmu. Sampe akhirnya bisa di-share ke temen-temen, adek kelas, bahkan anak cucu. #eh

Magelang, 27 Mei 2014

Jumat, 13 Desember 2013

Capacity Building BDK Yogyakarta 2013

Terbangun di tengah malam dan melihat sekitar...

Apa kejadian kemarin tuh cuma mimpi ya?
Perjalanan jauh, begitu sampe markas suruh jalan jongkok, merayap, dan berguling. Perut serasa dikocok.

Mainan kompas bersama teman satu kelompok dan ternyata kelompokku dinyatakan hilang. Parah, dihukum push up 5000 kali! Inget bener deh, kayak apa ngejalaninnya. *prakteknya sih cuma 100 kali pun yang cewek gak bener-bener nglakuin itu. 

Penderitaan belum berakhir. Masih ada kegiatan lagi, main tali dan halang rintang. Di sini jadi kerasa bener kekompakannya Oh, satu lagi yang bikin berkesan. Ngerasain 'terbang' untuk yang pertama kali. Yah, sekujur tubuh gemeteran.

Dibangunin malem-malem buat jerit malam. Gara-gara banyak yang gak lewat kuburan, jadi semua kena hukuman. (serius, sampe sekarang masih kerasa pegelnya kayak apa --")

Hingga akhirnya tiba waktu mengakhiri segalanya. Kok rasanya gini? Jadi sedih banget dan gak ingin berpisah dengan yang lain. Gak mau juga berpisah ama Pelatih yang cetar. Tapi... gak mau juga kalau harus lebih lama lagi merasakan 'penderitaan'.

Hm, mungkin hari ini udah gak tidur di tenda sama temen-temen, udah gak antre kamar mandi, udah gak makan bareng di bawah matahari, udah gak ada yang namanya baris, udah gak ada yang namanya hukuman, teriakan, dan bentakan.

Meskipun menyisakan tubuh yang terasa remuk dan muka yang gak standar tapi semua terbayar sudah. Empat hari bersama kalian, gak mungkin aku lupain, guys. Mungkin bisa deh kapan-kapan tamasya lagi. Tapi gak pake panas-panasan lho ya. 

*Capacity Building BDK Yogyakarta 2013 :')