Selasa, 27 Mei 2014

Hanya Tertunda, kok...

Denger-denger hari ini pengumuman SNMPTN ya?
Jadi inget zaman perjuangan dulu. :')

Milih prodi dan kampus yang setinggi langit, sampe akhirnya 'nyungsruk'. Wew, sakiiittt guys. Sedih? Iya. Putus asa? Iya. Gak tau harus ngapain? Enggak. Aku harus berjuang buat SBMPTN! Belajar dari pengalaman, aku milih jurusan dan kampus yang... yahh sebenarnya tidak terlalu kuinginkan. Hanya ada satu kalimat saat itu, "Yang penting bisa nerusin". Akhirnya aku pinjam banyak buku dari kakak kelas. Setiap hari setiap saat latihan soal-soal di buku yang kupinjam.

Sampe akhirnya pengumuman itu pun tiba. Antara bersyukur dan gak tau mesti ngapain. (emang dasar manusia itu selalu ngeliat yang di atasnya dan susah bersyukur, begitu pula aku dulu). Waktu itu antara bahagia dan menyesal (karena milih prodi yang kurang aku suka), aku coba jalanin kehidupan di kampus baru. Mencoba bersyukur dan melihat temen-temen yang bahkan masih bingung nyari kampus. Aku akhirnya bisa nerima semuanya. Udah cari tempat kos, udah bayar setahun sekalian. Udah ikut OSPEK, udah masuk seminggu. Tapi rasanya masih kurang greget.

4 September 2013, jam 2 pagi. Sebuah sms dari temen bikin aku nangis dan gak bisa tidur sampe pagi.

"Ciee, selamat, D-1 Pajak Yogyakarta"
Alhamdulillah... Langsung aku hubungin orang tua--yang saat itu gak ada jawaban. Aku cuma bisa mondar-mandir di kamar kos sambil gemeteran. Inget semua perjuangan nyari tempat tes, ikut tes hampir telat gara-gara salah jam, inget latian lari, inget izin sehari gak ikut OSPEK, dan inget pas orang tua pernah pesimis aku bisa diterima. :')

Jadi guys, berusahalah semaksimal mungkin. Entah itu jalanmu atau bukan, di setiap apa pun yang kamu lakukan, lakukan dengan semangat. Jangan pernah putus asa. Ingat, usaha keras itu tak akan mengkhianati. Terus berusaha, berdoa dan jangan lupa minta doa orang tua.

Oh ya, buat yang diterima di SNMPTN, selamat! Selamat memulai mimpi di kampus idaman. Buat yang belum diterima, jangan putus asa dulu. Suatu saat nanti pasti akan ada cerita di balik perjuanganmu. Sampe akhirnya bisa di-share ke temen-temen, adek kelas, bahkan anak cucu. #eh

Magelang, 27 Mei 2014

Selasa, 01 April 2014

Jangan Bunuh Dia!

Bosan. Ia sudah bosan dengan segala kondisi yang mengitari detik demi detik bentangan jarak yang hadir antara dia dengan sosok wanita yang kini ada di sampingnya. Jarak yang perlahan namun pasti mengikis asa, tetapi tidak pada asmara. Mungkin semua asa kini sudah terbang bersama debu. Melaju bersama mobil yang ia kendarai  menuju jalan kecil di sudut Kota Muntilan, ataukah hilang tanpa jejak? Ia juga masih belum tahu.

”Kau benar-benar ingin bersamanya, Est?” 

”Lepaskan aku. Mungkin itu akan membuatmu lebih baik,” tergagap wanita itu menjawab pertanyaan sang lelaki. 

”Itu sama sekali tidak menjawab pertanyaanku.” 

Pembicaraan itu terhenti. Entah apa yang ada di pikiran sang wanita kini. Ketakutan ataukah lebih kepada iba? Yang jelas rasa yang dulu pernah ada di dalam dirinya untuk laki-laki itu kini sudah musnah.  

”Kita mau kemana?” tanya Ester. 

”Kita mau…” 

Ucapannya terhenti. Menimbang segala konsekuensi yang akan terjadi apabila ia benar-benar melakukan hal nekad kepada mantan kekasihnya itu. 

Jangan bunuh dia! Bukankah ia orang yang kau cinta? Nuraninya berbicara. 

Jangan! Bunuh dia! Naluri mengambil alih jiwanya. Untuk apa kau membiarkan wanita itu hidup? 

Hanya untuk menghabiskan separuh hidupmu dengan melihat dia bahagia bersama orang lain? Dan kau? Kau hanya akan perlahan mati bersama rasa sakit yang kau ciptakan sendiri. 

Jangan bunuh dia! Mungkin kau akan bahagia jika melihatnya bahagia meskipun itu bukan karenamu.

Nurani kini lebih kuat. Sesaat ia menghela napas. Dan kini ia telah memutuskan. 

”Aku hanya ingin makan malam denganmu. Sekadar memberi ucapan selamat untuk rencana pernikahanmu.”

Senin, 17 Maret 2014

Suara Hati

Tegas dan ikuti kata hati. Suara hati akan membawamu ke jalan yang benar.


Suci Nurkhasanah

Jumat, 07 Maret 2014

Benci

Ketika kau membenci seseorang, apa pun yang dilakukannya akan terasa salah bagimu.
Suci Nurkhasanah

Selasa, 04 Maret 2014

Paragraf Pembuka

Reni Erina

Mudah-mudahan post ini bisa membantu :)

Hal terpenting dalam sebuah tulisan, tentunya setelah judul adalah Paragraf Pembuka.
Penting banget sampai bisa disebut kalau paragraf pembuka adalah penentu.
Malahan, konon, banyak penulis senior yang masih memerlukan waktu berhari-hari untuk mencari kalimat paling bagus, sebagai pembuka cerita.
(Salah satunya adalah Ernest Hemingway, konon pernah menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk membuat paragraf pembuka salah satu karya tulisnya).
Beberapa tips yang mungkin bisa membantu kamu membuat paragraph pembuka;

1. Tulis kalimat pertanyaan
Layaknya kita membuka percakapan dengan teman.
Contoh :
“Masa dia bilang begitu?”
atau
Mengelabuinya? Astaga, aku tak percaya dia sampai menuduhku seperti itu. Bayangkan.. blabla..

 2. Menyertakan anekdot
Menampilkan kalimat lucu atau candaan yang bisa menarik perhatian.
Contoh : Kalau Sarmin menganggap aku seperti Luna Maya, kupastikan matanya sedang kelilipan. Luna Maya dari atas monas, mungkin iya.

3. Memasuki pikiran pembaca
Bisa dengan membuka ingatan pembaca akan suatu hal.
Misal:  Aneh banget nggak sih, kalo aku disebut-sebut telah menggeser posisi Luna di hati Ariel?

 4. Memakai perumpamaan analogi
Rambutnya bagaikan mayang terurai. Panjang, hitam legam dan wangi. Hidungnya bangir  dengan bulu mata lentik. Sayang dia tak pernah menyadari kecantikannya.

5. Menyodorkan data
Membuka paragraf dengan data yang mengejutkan.
Misal : Dari 152 siswa SMA Mawar, tak satu pun yang berhasil memikat hati Yoana. Dia tetap cuek dan seolah tak peduli.

Umumnya paragraf pembuka terdiri dari sekitar 50 kata. kata, bukan kharakter.
Salam
Bunda

Sumber: https://www.facebook.com/notes/story-teenlit-magazine-official-group/paragraf-pembuka/295668170467793