Kamis, 23 Mei 2013

Terimakasih, Sedulur Perdu...

Jadi ceritanya nih tiba-tiba Mbak Dien bilang kalau di launching buletin edisi April 2013 ini, dia gak bisa hadir. Dan imbasnya apa? Aku--si Pimred wannabe dan baru pertama kalinya--disuruh gantiin. Argh! Ini edisi pertamaku! Belum tau apa-apa tapi udah dikasih tanggung jawab buat mimpin acara. Hiks.

Jadi, kami kopdar di *maaf lupa namanya* yang saat itu juga lagi ada acara pameran sejarah. Yah, jadi sekalian main gitu. Karena pertama kalinya aku ikut kopdar, jadi gak tau apa aja yang biasa dilakuin. Ternyata kayak sharing gitu.

Pertama, kami bedah isi buletin. Ada puisi, flash fiction, dan artikel. Kebetulan tema bulan April adalah wanita. Mulailah kami berbicara tentang wanita. Seru deh pokoknya. Tapi ada satu hal yang bikin aku kayak tersentak. Kala itu ada yang berkata, "Para perempuan di sini bisa masak kan? Karena tugas utama seorang wanita itu adalah mengurus rumah tangga. Jadi harusnya sedini mungkin belajar menjadi ibu dan istri yang baik."

Nahlho, aku sebagai perempuan merasa miris sama diriku sendiri. Kapan oh kapan? Aku akan belajar deh. Pasti bisa. XD *optimis

Oke, sesi sharing pun selesai. Karena di situ kebetulan ada pameran, jadi kami sekalian bagi-bagi buletin. Dan apa? Mas Puji salah satu anggota komunitas (yang emang kayaknya suka banget mojokin aku --"), nyuruh aku buat bagiin itu buletin. Bukan, bukan cuma itu. Kan bagiin itu sekalian promosi, ya taulah kalo kemampuan berbicaraku di bawah rata-rata... Tapi mau gimana lagi? Ya udah deh dengan sedikit terpaksa, aku tetep bagiin buletin. Dan sialnya apa? Saat aku sudah semangat buat ngomong, eh bapak-bapak yang saat itu aku ajak ngomong malah bilang,

"Maaf Mbak, di dalem aja ya promosinya. Kami di sini cuma jualan kaos."

Oke, gak papa. Beneran, gak papa.

Akhirnya kami benar-benar masuk ke pameran. Lihat-lihat... Ada bagian koran tempo dulu lho, yang memperlihatkan perkembangan pers di Magelang. Sayang saat itu gak ambil foto. Oke, lihat-lihat pun selesai. Saatnya menjalankan misi utama! Mulai bla bla bla buat promosi. Tanggapan mereka sih alhamdulillah baik. :)

Sampai di suatu tempat, kami bertemu salah seorang sesepuh Perdu. Namanya Pak Mbilung. Nah, saat itu ada yang nyeletuk, "Kayaknya ada yang ulang tahun nih." Aku merasa termention. Wkwk. Yup, hari itu tanggal 28 April 2013 adalah ulang tahunku yang ke 17. Iya, inilah saat di mana aku bisa bikin KTP. *maaf gak nyambung

Sedulur Perdu mendadak menatap ke arahku. Satu per satu memberi ucapan selamat dan doa yang tulus. Jadi terharu. Sambutan yang hangat dari keluarga baru, menurutku. Hehe. Terima kasih, Sedulur Perdu. :')

Karena hari sudah hampir sore, maka kami pulang. Sampai rumah, masih keinget acara lho. Sedulur, sekali lagi terima kasih. Terima kasih buat sambutan hangat, ilmu, ucapan selamat, dan terima kasih udah jadi keluarga baru buatku.

Salam Perdu. Tetap semangat berkarya! ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar