Rabu, 24 Desember 2014

Sebuah Jawaban

Pernah diberi pertanyaan yang apa pun jawaban yang kamu beri akan terasa salah? Aku pernah. Ya, ketika orang yang memberi pertanyaan hanya mau menerima jawaban yang ingin mereka dengar. Lalu untuk apa mereka bertanya? Sebenarnya mereka hanya ragu, bukan tidak tahu. Mereka bertanya hanya untuk meyakinkan diri mereka bahwa keraguan mereka salah.

Persis seperti orang jatuh cinta. Katanya saat orang jatuh cinta, mereka sibuk merangkai kejadian-kejadian kebetulan di sekitar mereka. Kejadian-kejadian yang sama sekali tak ada hubungannya, namun mereka hubungkan sendiri. Kejadian-kejadian yang sangat biasa, namun bisa jadi luar biasa. Bagaimana bisa? Itu karena mereka hanya ingin merasakan apa yang mereka rasakan. Ingin merasa bahwa orang yang mereka cintai juga mencintai mereka. Padahal belum tentu seperti itu. Boleh jadi mereka hanya terjebak GR, sementara orang yang mereka cintai justru tidak peka sama sekali. Duh!

Jika mereka ingin tahu yang sebenarnya, mengapa mereka tak langsung bertanya pada orang yang mereka cintai? Hmm, tapi apakah pertanyaan mereka masih berguna ya? Aku tak yakin. Tiba-tiba aku jadi membayangkan jika itu terjadi padaku. 

”Apakah kau mencintaiku?” 

Nah lho! Jawaban apa yang harus kuberikan jika orang yang jatuh cinta hanya mau menerima jawaban yang ingin mereka dengar?

Jadi, bukankah aku lebih baik tak memberikan jawaban? Sepertinya pertanyaanku yang terakhir ini juga sama sekali tak memerlukan jawaban. Haha.

*obrolan ini sama sekali bukan curcol. :p

Kamarnya adikku, 24 Desember 2014
16:02 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar