Rabu, 11 Juni 2014

No No No No, Tunggu Dulu

Hai, boleh kenalan?

Apa reaksi kalian jika tiba-tiba ada seorang cowok yang baru saja meng-add tapi sudah berani-beraninya mengirimkan pesan seperti itu? Kalau aku nih ya, pertama aku diemin. Tapi kalau dia terus menginbox seperti itu, maka langsung aku unfriend. Huahaha…  #tertawajahat

Tapi kali ini, sebentar… Bukan seorang cowok yang mengirimiku pesan seperti itu. Tapi seorang ibu-ibu paruh baya. Wow! Oke, gak ada salahnya buat balas. Tentu saja dengan nada yang sopan.

Beberapa menit kemudian, percakapan terjadi. Bukan, bukan karena aku naksir ibu-ibu ini. So plis, guys. -_- Tapi karena ternyata ibu ini berasal dari kota yang sama denganku, yaitu Magelang. Percakapan berlanjut sampai ibu ini mengajukan sebuah pertanyaan yang bikin aku kaget. 

Sudah punya pacar atau calon suami?

Duarr! Kayak apa tuh kagetnya guys? Kayak kesamber petir kali ya? #mainstream. Sekarang aku ragu dengan identitas ibu ini. Apakah ternyata seorang cowok yang ada di balik akun ini? Apakah ibu ini adalah seorang yang menyukai anak unyu sepertiku? Atau ibu ini sedang mencari pembantu yang jomblo? Argh! So plis Cik, ngayal mulu kamu! -_-

Tanpa mengurangi rasa hormatku pada ibu ini, aku menjawab pertanyaan beliau dengan nada yang masih lemah lembut. Ditambah emoticon senyum tentunya. Hihihi… 

Memangnya ada apa ya, Bu?

Jawaban yang gak diduga pun datang. 

Jawab jujur, Nak. Ibu tidak akan kecewa.

Tuh kan bener, Ibu ini suka sama aku. Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Keparnoanku kian menjadi. Hmm, apa aku unfriend aja ya ibu ini? Tapi… kok gak sopan banget ya rasanya. Huft! Akhirnya, berani gak berani, aku bales pesannya. 


Jujur, Bu. Saya belum punya pacar apalagi calon suami. Saya masih punya mimpi yang ingin saya kejar.

Akhirnya ibu ini membalas… 

Saya punya anak. Rencananya setelah lulus S1, dia mau melanjutkan S2.

Oalah… akhirnya aku mudeng arah pembicaraan ini. Ibu ini mau mencarikan jodoh buat anaknya. Bukan suka sama aku yang unyu ini, atau pun sedang mencari pembantu yang jomblo. Syukur deh. Eh bentar! Whaattt? Berarti aku mau dijadiin calon menantu ini. Apakah aku memang menantu idaman? *pasang senyum paling manis 

Tetapi saya baru mau lulus D1 lho Bu. Saya juga belum berencana untuk menjalin hubungan ke arah sana, Bu.

Percakapan pun tidak hanya terhenti sampai sana. Ibu ini memberitahuku latar belakang keluarganya, dan aku pun memberi sedikit informasi tentang keluargaku. Satu kalimat yang paling ngena yang aku dapet dari ibu ini adalah… 

Jodoh itu di tangan Tuhan. Kalau kamu suka sama anak Ibu, langsung saja dilamar. Biar tidak menimbulkan dosa. Ibu ingin punya menantu yang solihah.

Setiap ibu memang menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam hal jodoh. Sampai sekarang ibu ini masih terus menghubungiku lewat inbox. Terakhir beliau minta nomer hp agar anaknya bisa menghubungiku. Tapi masih kutolak dengan alasan anaknya belum pernah sama sekali berkenalan denganku.

Aku belum ingin menjalani hubungan yang serius. Masih mau melanjutkan studi. Memiliki pasangan hidup belum ada dalam checklist impianku. Mungkin satu baris lagu milik She ini bisa mewakili perasaanku. 

No no no no tunggu dulu, cinta jangan buru-buru… 

Kalasan, 11 Juni 2014
18.16 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar