Kemarin lusa, aku mengetahuinya.
Mataku tak mungkin salah, aku
melihatnya.
Kemarin aku mencari tau.
Dugaanku satu, aku tak mungkin
keliru.
Hari ini aku bertanya.
Jawabannya terlalu nyata,
Aku tak mungkin salah
mendengarnya.
Aku senang, turut bahagia.
Mengucap selamat untuk kalian
berdua.
Kau telah bersamanya,
Bersama orang yang bahkan tidak
kutau warna matanya.
Aku senang, turut bahagia.
Ketika kau perkenalkan aku
padanya.
Kutampilkan senyum terbaik yang
aku bisa.
Dia sempurna, pantas kau
bersanding dengannya.
Kau kemudian memelukku.
Hatiku berdebar dalam tangis
haru.
Aku menunduk, aku takluk.
Aku kalah, aku menyerah.
Aku pura-pura, senyum ini pelengkap lara.
Aku selalu menampik, aku munafik.
![]() | |||
| Sumber: www.thecrowdvoice.com |
29 September 2014
Dalam sendu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar