Rabu, 20 Agustus 2014

Nostalgia: Fans Pertama

Histeris! Jadi ceritanya nih lagi buka kronologi fb tahun 2012 gitu. Dan jleb! Nemuin ini. Hehe. Iya, ini nih fans pertama (dan semoga bukan yang terakhir) buatku. Wkwk. Jadi namanya Ichsan, alumni SMAN 2 Magelang.

Obrolan selanjutnya aku skip lho ya XP
Cerita bermula saat Ichsan punya antologi pertamaku (yang bahkan sampai sekarang pun aku belum punya. #miris). Dan dia nemuin alamat fb-ku di biodata bagian belakang buku. Anehnya adalah, kenapa aku coba yang dia add dan dia kirimi pesan kronologi? Jawabannya adalah karena aku yang paling unyu di antara penulis-penulis yang lain. Wkwk. (dilempar pdh sama Ichsan).

Ini nih penampakan antologi pertamaku XD

Oke, skip bagian narsis. Perkenalan tidak sampai di sana. Saat antologi keduaku yang berjudul Cerita Hati: Ini Cinta Pertama lahir, Ichsan tau! Dan tebak? Yup, karena aku ini idolanya maka dia ingin memiliki antologi keduaku. Dan coba tebak apa yang aku lakuin? Aku pesen dia tujuh buah antologiku, lho. Yahh, sekalian dia pengen beli, aku juga ikutan dong. Ikutan nitip maksudnya. Wkwk... Oh iya, tujuh buah itu bukan buatku sendiri, tapi buat perpustakaan sekolah juga (maaf ya ngerepotin).

Ya, setelah itu kami bertemu. Tapi bukan buat pertama kalinya lho. Kapan-kapan aku ceritain deh gimana kami ketemu pertama kali. Ya, di pertemuan kami yang kedua kalinya ini (kalo gak salah), dia minta tanda tanganku juga. Wow, fantastis deh pokoknya!

Cerita berlanjut saat dia aku rekrut menjadi anggota Komunitas Perdu, sebuah komunitas menulis di Magelang. Dan beberapa saat kemudian dia jadi Distributor Buletin Perdu (bahasa keren buat tukang antar jemput aku buat ambil buletin, dan nyerahin ke sekolah-sekolah). Tak hanya itu. Karyanya juga pernah menghiasi buletin lho. Mama bangga padamu, Nak! Wkwk... :p

Oh ya, ada cerita khusus saat dia jadi distributor lho. Jadi ceritanya waktu tanggal 18 Mei 2013
(masih inget, coba?) buletin lagi masuk ke percetakan. Aku disuruh ngambil buletin hari Sabtu soalnya Minggu udah harus launching. Dan coba tebak? Waktu itu kan hujan deres banget. Dia bela-belain jemput dan nganter aku ke percetakan lho. Aku sampe terharu. Makasih lho San. :')

Tak lama kemudian, kami lulus SMA. And you know what? Sama-sama ditolak di kampus idaman malah bikin kami jadi satu kampus. Iya, sebuah kampus di Yogyakarta, tapi beda fakultas.

Selain udah terdaftar menjadi salah satu mahasiswa di sebuah universitas, kami saat itu kebetulan juga mendaftar sebuah sekolah tinggi kedinasan (baca: STAN). Dan ini kesekian kalinya dia menolongku. Siapa coba yang nganter aku tes kesehatan dan tes wawancara di BDK Yogyakarta (tempat tes STAN) sementara dia juga harus ikut OSPEK di universitas? Yup, bisa ditebak. Dia! *lagi-lagi terharu :')

Beberapa saat kemudian pengumuman tes STAN itu pun keluar. Alhamdulillah, kami berdua menjadi bagian dari orang-orang beruntung yang bisa lolos. Walaupun kami satu spesialisasi yaitu D1-Pajak, tapi tempat pendidikan kami berbeda. Aku masih bisa merasakan senangnya bisa pulang ke rumah seminggu sekali, sementara dia harus merantau di sebuah kota yang jauh di sana *halahh lebay.

Salam perpisahan pun diucapkan. Hmm, kala itu kami bertemu di sebuah kantin universitas. Ya lebih mirip makan bareng sih daripada perpisahan. *padahal pas itu aku cuma beli es teh doang -_-

Tapi semua belum berakhir kok. Berpisah tempat bukan berarti hubungan kami juga terpisah lho ya. Kalo libur setelah UTS atau UAS, kan dia pulang ke Magelang, jadi kami kadang-kadang masih sering ketemu. Terakhir kayaknya bulan Maret 2014 deh. Soalnya ada try out STAN buat adek kelas. Hehe.

Segini dulu aja lah ya. Kapan-kapan aku tambahin deh ceritanya. Ya gitu, intinya pertama kali kenal ya cuma lewat fb doang. Tapi setelah itu, ternyata dia anaknya baik banget. Sesuai namanya (Ichsan artinya baik). Sampai sekarang masih berhubungan lho. Rasanya tuh kayak punya kakak cewek cowok yang plus plus deh (baca: plus tukang ojek, plus tempat curhat, plus bla bla bla pokoknya). :p


Tidak ada komentar:

Posting Komentar