Jumat, 01 Agustus 2014

Syawalan Komunitas Perdu

Pagi yang cerah, saat kami berkumpul di depan SMA Negeri 1 Muntilan. Hari ini, Jumat 01 Agustus 2014, saya, Mbak Dien, Mas Sobat, dan Mas Puji masih larut dalam suka cita Hari Raya Idul Fitri. Kami, yang mengaku sebagai anggota Komunitas Perdu ini sudah menyusun rencana halal bihalal ke petinggi komunitas.

Jam masih menunjukkan pukul 09.00 WIB, dan masih terlalu pagi untuk bertamu ke rumah Oom Jitheng yang memang menghendaki agar kami datang agak siang. Karena itulah, kami memutuskan untuk betamu ke kediaman Bu Puji di Perumahan Tamanagung yang memang letaknya cukup dekat dari tempat kami berkumpul.

Ah, sayang sekali. Ketika kami sampai kediaman Bu Puji, pintu gerbang terkunci rapat. Beberapa kali kami ucapkan salam, tetapi tidak ada jawaban. Mungkin karena kami belum memberi kabar kedatangan kami sehingga saat kami datang, Bu Puji sedang tidak ada di rumah.

Kami melihat jam. Jam sudah menunjukkan 09.30 WIB. Sembari berpikir sejenak, akhirnya kami mengambil langkah, beranjak ke tujuan kami selanjutnya. Berharap sudah tidak terlalu pagi untuk kami datang bertamu, kami memberi kabar kepada Oom Jitheng tentang rencana kedatangan kami.

Sambutan hangat diberikan kepada kami ketika sampai di kediaman Oom Jitheng. Tak lupa, jamuan yang lezat juga disuguhkan. Kala itu, saya sempat berbincang dengan Verha, putri Oom Jitheng yang memang teman satu angkatan ketika saya SMA. Kami bertukar pengalaman tentang masa-masa kuliah. Verha yang sekarang telah menjadi kakak tingkat, dan saya yang hampir menyelesaikan kuliah saya yang memang hanya satu tahun ini.

Sudah cukup siang, dan kami berpamitan. Kami menuju rumah Mbak Dien di Borobudur, yang ternyata letaknya sangat dekat dengan Candi Borobudur. Hanya melongok di depan rumah saja, kami bisa melihat candi tersebut. Karena hari sudah siang, maka Mas Sobat dan Mas Puji melaksanakan ibadah sholat Jumat. Sementara aku dan Mbak Dien mempersiapkan makan siang. Hidangan yang kami siapkan memang sangat sederhana, namun jika disantap bersama maka rasanya menjadi lebih enak.  

Setelah bersantai sejenak dan mengisi perut di rumah Mbak Dien, kami ke rumah Mas Sobat. Mas Sobat yang memang sedang gencar-gencarnya berbagi, memberikan kepada kami masing-masing satu buah buku. Saya mendapatkan novel berjudul Twilight, Mbak Dien mendapatkan buku berjudul 450 gram, dan Mas Puji mendapatkan sebuah buku antologi berjudul Simfoni Balqis yang di dalamnya ada salah satu karya Mas Sobat.

Tak terasa, hari sudah semakin sore. Kami masih punya tujuan yaitu kediaman Pak Kandar yang letaknya sangat dekat dengan rumah Mas Sobat. Kami cukup berjalan kaki untuk sampai ke kediaman Pak Kandar. Pak Kandar banyak bercerita tentang Candi Borobudur dan sejarah. Kami menyimak cerita-cerita beliau. Cukup lama kami bertamu di kediaman Pak Kandar, kami berpamitan.

Hari sudah sore, dan kami putuskan untuk mengakhiri acara syawalan kami hari ini. Tak lupa kami mengabadikan setiap momen hari ini dengan berfoto bersama.

Foto di Kediaman Oom Jitheng
Foto di Kediaman Oom Jitheng
Makan Siang di Rumah Mbak Dien
Pembagian Buku di Rumah Mas Sobat
Foto Bersama Pak Kandar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar