Aku masih tak beranjak dari perasaan ini. Tidak, aku tidak ingin frontal lagi. Percayalah, aku hanya sedang meyakinkan diriku: Bukan hal yang 'wow' kan kalau aku-suka-kamu-dan-kamu-tahu?
Bagimu tak ada bedanya, kamu tau dari mana dan dengan cara apa. Yang beda cuma di aku. Ya, seberapa persen kadar malu yang aku rasakan. Haha, dan jika aku malu, apa aku harus terus menghindar? Bukankah itu malah memalukan? Jadi... cukup hadapi. :D
Beberapa hari yang lalu, aku mendapat beberapa wejangan dari Mama Dien:
1. Lebih menyakitkan yang mana: kamu suka dia tapi dia gak suka kamu, atau kamu suka dia dan dia suka kamu tapi kamu gak tau?
Jujur, aku belum pernah ada di posisi yang kedua. Tapi andaikan itu terjadi, jelas yang kedua lah yang lebih menyakitkan. Jadi, apa buruknya sih ditolak? Bahkan aku pernah ditolak sebuah universitas--yang nyata-nyata bisa mempengaruhi masa depanku. Jadi ditolak kamu itu tak buruk kan?
2. Cinta itu bukan masalah siapa lebih dulu mengenal siapa ataupun siapa lebih dekat dengan siapa. Toh banyak orang yang sama sekali belum bertemu sudah jatuh cinta.
Nah lho, yang ini ngejleb banget kan? Hehe benar sih, aku saja yang tak mau terima kenyataan.
3. Setiap orang punya kriteria orang yang dia suka. Tapi pada kenyataannya banyak kok orang yang justru menyukai seseorang yang jauh dari kriteria itu.
Kriteria itu adalah logika (pikiran) sedangkan cinta itu adalah perasaan (hati). Jadi wajar kalau beda. Iya kan?
4. Kalau cinta itu perbandingan, yang punya pasangan itu cuma Dian Sastro.
Nah, ini wejangan buat yang super minder deh. Merasa tertohok juga. Nyatanya gak cuma Dian Sastro kan yang punya pasangan? Merasa tak cantik? Jangan khawatir, ini bukan masalah cantik dan tak cantik kok (meskipun pada kenyataannya laki-laki melihat ini).
5. Karena kamu selalu terpaku pada satu orang, mungkin kamu telah melewatkan sosok 'pangeran berkuda putihmu'.
Kalau yang ini... aku ragu. Haha. Setelah insiden 'aku dekat sama kamu cuma untuk mendekati teman sekamarmu' aku jadi tak cukup yakin untuk membuka hati untuk orang lain. Aku cukup sadar diri dan sekarang aku lebih pendiam dalam bergaul. Jujur, aku tak ingin terlalu dekat dengan laki-laki sebelum waktunya. Karena yahh, aku memang mudah galau jadi lebih baik mencegah kan?
6. Masa remaja itu cuma datang satu kali dan ada batasannya. Jadi kamu bakalan rugi kalau galau cuma sama satu orang.
Waduuhh, sama satu orang aja galaunya gak ketulungan apalagi banyak ya? No more deh Mbak, aku mau belajar aja sekarang buat TKD, batinku. Hehe.
7. Laki-laki yang charming itu cuma pantas dikagumi.
Hmm, bener juga. Lagian kalau ditanya: aku mau hubungan seperti apa? Aku juga cuma bisa jawab: sahabat aja sih, tapi lumayan dekat. Soalnya aku cukup tau diri kok. Lagian, aku juga tak mau hubungan yang lebih jika tak serius sekalian. Hoho. Jadi cukuplah aku mengagumimu dari jauh.~
8. Percakapan terakhir sebelum berpisah dengan Mama:
"Buat apa menyukai orang yang sama sekali tidak menyukaimu?"
"Itu kan logika. Nah ini kan hati," jawabku.
"Kalau ikuti hati bakalan sakit, Cik." #jleb
8. Percakapan terakhir sebelum berpisah dengan Mama:
"Buat apa menyukai orang yang sama sekali tidak menyukaimu?"
"Itu kan logika. Nah ini kan hati," jawabku.
"Kalau ikuti hati bakalan sakit, Cik." #jleb
Jadi setelah ini langkah yang akan aku ambil adalah: aku akan bersikap biasa. Aku tahu engkau tahu, dia tahu, siapapun tahu, tak masalah. Bagiku, kedewasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan pikiran dan perasaan. Tak ada galau setelah ini. :D
Aku ingin menambahkan sesuatu. Aku hanya ingin menyapamu. Kalimat-kalimat ini aku dapat dari DEE dalam kumpulan cerita yang bertajuk Rectoverso. Ini ada dalam cerita yang berjudul Aku Ada.
Dengarkah kamu? Aku ada. Aku masih ada. Aku selalu ada. Rasakan aku, sebut namaku seperti mantra yang meruncing menuju satu titik untuk kemudian melebur, meluber, dan melebar. Rasakan perasaanku yang bergerak bersama alam untuk menyapamu.
Selamat malam dan selamat bangkit
xoxo
Succipo
NB: Sedikit menyimpang dari topik. Hm, jika ada orang yang menjiplak, meniru, mengikuti--atau apalah--semua hal yang kau lakukan, anggap saja dia adalah seorang fans atau pengagummu. Ingat itu ya Cik! ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar