Senin, 13 Oktober 2014

Empat Bagian

Teringat kata-kata Mas Sobat ketika syawalan Komunitas Perdu. Mas Sobat waktu itu sempat menyebutkan sumbernya, tetapi aku lupa. Kira-kira seperti ini kata-katanya, "...Di dalam diri kita ada empat bagian. Bagian di mana kita dan orang lain tahu, kita tahu tetapi orang lain tidak tahu, kita tidak tahu tetapi orang lain tahu, dan kita dan orang lain sama-sama tidak tahu." Hmm, aku sedang berpikir tentang keempat hal tersebut.

Kita dan orang lain tahu? Ibarat apa ya? Ibarat sesuatu yang tampak mungkin. Yang bersifat lahiriah kah? Atau misalnya sifat-sifat yang kita dan orang lain sadari. Kita dan orang lain tahu bahwa itulah yang ada di diri kita.

Bagian yang kita tahu tetapi orang lain tidak tahu, ini seperti rahasia di dalam diri kita. Mungkin juga hal yang tidak ingin orang lain tahu. Aibkah? Hmm... Saat pelajaran agama di SMA dulu, aku ingat apa yang dikatakan guruku, "Hal yang tidak ingin diketahui oleh orang lain namanya aib." Lalu bagaimana jika hati kita menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin diketahui orang lain? Masihkah namanya aib? Mungkin dinamakan aib karena hanya kita sendiri yang mengetahuinya.

Bagian yang ketiga adalah kita tidak tahu tetapi orang lain tahu. Yahh, pada akhirnya pepatah gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak memang benar adanya. Orang-orang di sekeliling kita mengetahui kelemahan, kesalahan, dan celah yang ada di diri kita. Bahkan ketika hal itu sangat kecil dan sama sekali tidak kita sadari. Untuk itu, mungkin kata introspeksi adalah yang paling tepat.

Jika dari segi positif, bagian ini mungkin bisa diartikan seperti ini, terkadang kita terlalu minder atau rendah diri dengan apa yang kita miliki. Kita tak menyadari potensi yang ada dalam diri kita. Justru orang lain yang melihatnya. Hmm, jika demikian adanya maka percaya dirilah yang dibutuhkan.

Bagian terakhir, yaitu bagian yang kita dan orang lain sama-sama tidak tahu. Lalu siapa yang tahu? Ya hanya Tuhannya lah yang tahu. Di dalam diri setiap manusia, ada bagian di mana hanya Allah yang tahu. Mungkinkah itu adalah apa yang akan terjadi di diri kita kelak? Semacam takdir kah? Hmm, bisa jadi.

Mungkin di antara teman-teman ada yang bisa menambahkan? Ah, mohon maaf jika tulisan ini banyak kelirunya. Tulisan ini berdasarkan apa yang dilihat dari balik kacamata anak labil sepertiku. Hehe.

Selamat pagi, semoga Allah melancarkan hari ini. :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar